Posted on Januari 21st, 2009 at 10:34 AM by Azharnet

Semarang ( Berita ) :  Pengamat politik internasional Tri Cahyo Utomo menilai, Presiden terpilih Amerika Serikat, Barack Hussein Obama, tidak akan mampu mengubah nasib Palestina karena pengaruh lobi Yahudi dalam politik luar negeri AS, termasuk di Timur Tengah, sangat kuat.

“Pada dasarnya Obama tidak banyak berbeda dengan (Presiden AS George W) Bush dalam mengambil sikap mengenai konflik antara Israel dan Palestina,” kata Tri Cahyo Utomo di Semarang, Senin [19/01]. Ia menjelaskan, Obama memang presiden terpilih yang mempunyai hak  prerogatif untuk mengambil keputusan, tetapi pengaruh asosiasi warga Yahudi di AS masih kuat.

Menurut dia, kelompok Yahudi inilah yang mempunyai andil sangat besar dalam setiap keputusan yang akan diambil oleh Presiden AS. “Presiden AS tidak bisa mengambil keputusan sendiri,” tambahnya.

Ia menyesalkan pernyataan Obama yang menuding kelompok Hamas sebagai teroris, seperti yang dikatakan Obama dalam pidatonya di depan forum “American Israel Public Affairs Council (AIPAC)” di Washington.

Hal itu, menurut Tri Cahyo, sudah memberikan tanda bahwa Obama menyetujui agresi militer Israel ke Palestina sehingga AS tetap mendukung Israel walaupun negara-negara di dunia dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sangat mengutuk tindakan ini. “Obama hanya lebih halus dalam menggunakan diplomasi, tetapi indikasinya ia tetap mengutamakan kepentingan Israel dan anti-Hamas,” katanya saat ditemui di kampus Undip Pleburan Semarang.

Menurut Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Undip itu, berbeda dengan nasib Palestina, untuk konflik Irak, AS mungkin akan menarik pasukannya dari Irak. “Saya tidak berharap banyak setelah pelantikan Obama besok (Selasa, 20/1) akan ada perkembangan ke arah yang baik tentang nasib Palestina. Akan tetapi, mengenai dugaan senjata nuklir di Irak, ada kemungkinan Obama akan menghentikan masalah ini,” katanya.

Ia menuturkan, Obama, presiden ke-44 AS, cenderung lebih berkonsentrasi pada  kelompok Hamas atau kelompok tertentu di Afganistan, yang dicap sebagai teroris. Oleh karena itu, kecil kemungkinan nasib Palestina akan berubah meski kepemimpinan AS berpindah tangan dari Bush ke Obama. ( ant )

Posted on Januari 21st, 2009 at 10:29 AM by Azharnet

Akhirnya Obama dilantik menjadi orang nomor satu di amerika.Ribuan orang berkumpul dalam cuaca dingin di Washington DC untuk menyaksikan presiden amerika ke 44, dan orang Afrika-Amerika pertama dalam sejarah yang menjabat sebagai presiden amerika serikat.

Sebagai presiden baru yang baru saja dilantik Obama memberikan pidato pertamanya bagi jutaan rakyat amerika dan dunia yang menyaksikannya.

“Yang kita butuhkan sekarang adalah “era baru dalam tanggung jawab” Setiap orang amerika memiliki tanggung jawab terhadap diri mereka sendiri, terhadap negaranya, dan terhadap dunia “.

Dilihat dari tingginya antusiasme warga untuk mengikuti inagurasi Obama ini, kelihatannya mereka memiliki harapan tinggi terhadap Obama, mereka meuja-mujanya, mereka mengelu-elukan nama obama.

dst 2009-01-21, 05_57_00

Kita lihat saja nanti apakah orang yang dipuja-puja mereka ini memang benar-benar bisa memenuhi harapan mereka?

Ingat saja kata-kata bijak

“cintailah seseuatu itu sewajarnya, boleh jadi apa yang kamu cintai itu bakal kamu benci”

Biaya yang ditelan untuk acara inagurasi ini berkisar 1,5 trilyun rupiah.

dst 2009-01-21, 05_57_16

kalau anda mau mendengar pidato pertama barrack Obama ini silahkan anda lihat dan dengar di BBC